About Marea
Jika Anda mencari keseimbangan antara ruang dan nilai dalam liveaboard Komodo, Marea adalah pilihan yang pas — terutama bagi pasangan atau kelompok kecil yang menghargai kenyamanan pribadi tanpa harus membayar harga charter penuh. Dengan panjang 36 meter, kapal ini cukup besar untuk meluncur mulus melewati ombak sore di Laut Sawu, namun tetap intim dengan hanya enam kabin yang menampung maksimal 17 tamu. Artinya, antrean naik ke spot snorkel lebih pendek, dan lebih banyak ruang di dek atas saat Anda menikmati matahari tenggelam di balik siluet tajam Pulau Padar. Pagi hari dimulai dengan kopi Indonesia yang kuat di dek belakang, disajikan tepat saat kapal tiba di tempat berlabuh yang lebih sepi seperti Menjerite, yang jarang dikunjungi kapal lain dibandingkan Pink Beach yang ramai.
Hari-hari Anda mengikuti ritme yang memaksimalkan pengalaman alam dan pemandangan. Di Hari 2, Anda bangun pagi untuk trekking ke pos penjaga di Pulau Komodo, di mana pemandu memeriksa arah angin sebelum membawa Anda masuk ke daratan untuk melihat komodo di sekitar aliran sungai kering. Setelah itu, Anda akan snorkeling di Manta Point mengikuti arus pagi, di mana stasiun pembersihan kerap dikunjungi kelompok manta — kami pernah melihat hingga delapan ekor melayang dalam sesi 30 menit. Marea berlabuh cukup dekat untuk memungkinkan istirahat di permukaan, dan awak kapal siap dengan handuk dingin dan bilas air tawar di platform renang. Sore harinya, saat cahaya keemasan, Anda akan hanyut perlahan di kanal bakau Pulau Kalong, menyaksikan ribuan kelelawar buah berputar menuju langit senja.
Kabin-kabinnya dirancang untuk berbagai gaya perjalanan. Royal Cabin, yang terletak di bagian depan dek utama, memiliki ruang penyimpanan tambahan dan pintu pribadi ke lorong samping — ideal jika Anda membawa peralatan menyelam atau ingin akses yang lebih privat. Dua Superior Cabin di bagian belakang memiliki ukuran serupa tetapi langsung terhubung ke area makan dalam ruangan, yang bisa berarti sedikit aktivitas lalu-lalang saat jam makan. Semua kamar dilengkapi AC yang bisa diatur sendiri, finishing kayu asli, dan jendela bundar yang bisa dibuka untuk sirkulasi udara alami saat berlabuh. Tidak ada TV, tetapi perpustakaan menyediakan buku panduan laut dan peta arus jika Anda ingin bertanya pada pemandu tentang kondisi di Dientes.
Makanan disajikan secara prasmanan di ruang makan tertutup atau di luar di bawah tenda, tergantung percikan air laut dan posisi matahari. Sarapan menyajikan pilihan Barat dan menu lokal seperti bubur ayam, sementara makan siang bisa berupa ikan mahi-mahi panggang dengan salad nangka. Awak kapal menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai permintaan, dan mereka akan mengemas camilan snorkel Anda dalam wadah isi ulang jika Anda ingin tetap berada di air lebih lama. Briefing malam dilakukan pukul 18.30, dengan peta hari berikutnya yang ditata di meja kayu jati — Anda akan paham mengapa berlabuh di Taka Makassar pada Hari 3 berarti pelayaran kembali yang lancar ke Labuan Bajo menjelang sore.
Ini bukan megayacht dengan spa dan layanan butler, tetapi Marea unggul di aspek penting: mesin andal yang menjaga jadwal, area dek yang teduh saat terik khatulistiwa, serta awak kapal yang tahu sisi mana dari Kanawa yang memiliki terumbu karang terbaik tergantung pasang surut. Kapal ini menjalankan paket standar 3D2N open-share dari Labuan Bajo, yang paling ideal di musim kering (April–November) saat laut lebih tenang dan jarak pandang mencapai lebih dari 15 meter. Pesan jauh-jauh hari untuk Juli dan Agustus — slot ini penuh hingga enam bulan sebelumnya, terutama untuk Royal dan Signature Cabin.










