About Ilike
Jika Anda mencari keseimbangan antara suasana kelompok dan ruang pribadi di atas kapal, Ilike adalah pilihan yang tepat. Dengan panjang 32 meter, phinisi klasik ini dirancang nyaman tanpa mengorbankan keaslian, dan dengan kapasitas 16 tamu, sangat cocok untuk kelompok kecil atau keluarga yang ingin suasana ramah namun tetap bisa bersantai. Susunan kabin tunggal berarti sebagian besar tamu akan berbagi kamar—konfigurasi yang mendorong keakraban, terutama dalam paket trip 3D2N dengan sistem berbagi yang berangkat dari Labuan Bajo. Anda akan merasakan irama laut, namun dengan dek yang stabil dan area bersantai yang teduh, bahkan jika Anda belum terbiasa hidup di kapal layar.
Hari-hari Anda akan diisi dengan kunjungan ke sejumlah lokasi paling ikonik di Komodo, yang diatur waktunya agar terhindar dari keramaian. Hari Pertama, Anda tiba di Labuan Bajo pada pertengahan sore dan langsung diantar ke Ilike yang sudah berlabuh dekat Pulau Kelor. Matahari terbenam pertama paling nikmat dinikmati di dek atas sambil minum, memandangi cahaya yang memudar di atas bukit-bukit vulkanik saat kru menyiapkan makan malam. Keesokan paginya dimulai lebih awal—Padar Island saat fajar, ketika pasir merah muda masih sejuk di bawah kaki dan pemandangan dari puncaknya membuat pikiran jernih. Setelah berfoto dan berenang sebentar, Anda akan menuju Komodo Village untuk wisata berjalan bersama ranger melihat Komodo, di mana individu muda berlarian di semak dan yang dewasa bersantai di tempat teduh.
Setelah makan siang, Pink Beach memberi kesempatan langka untuk berenang di pantai berwarna merah muda akibat terumbu karang yang hancur, dan tak jauh dari pantai, arus di Manta Point menghanyutkan Anda perlahan di atas terumbu. Para snorkeler sering melihat dua atau tiga ekor pari manta berputar di bawah—mereka datang untuk dibersihkan, dan Anda mendapat tempat duduk terbaik. Saat matahari kembali turun, Pulau Kalong muncul: aliran kelelawar yang keluar dari pulau bakau saat senja, sayap mereka berkepak serempak menuju tempat mencari makan malam. Ini adalah momen yang tak butuh komentar—cukup diam dan posisi yang strategis, yang disediakan sempurna oleh dek atas Ilike.
Hari Ketiga adalah waktu untuk menyesuaikan ritme. Taka Makassar, yang sering disebut surga bawah laut, memberi kesempatan terakhir melihat hiu karang, penyu, dan kawanan anthias jika Anda menyelam atau snorkeling. Lalu, Anda akan mengapung perlahan menuju Kanawa, di mana gundukan pasir dangkal memungkinkan Anda berjalan di antara spot menyelam atau sekadar mengapung di air tenang. Menjelang sore, Anda kembali ke kapal, melaju menuju cakrawala Labuan Bajo dengan peralatan kering di bawah sinar matahari dan foto-foto yang sudah layak dibuka berulang kali. Kru kapal—semua warga negara Indonesia bersertifikasi Komodo—mengelola logistik dengan tenang, sehingga Anda tak perlu mengatur apa pun selain waktu Anda sendiri.
Makanan disajikan ala keluarga: ikan bakar, buah tropis, dan sambal lokal yang dibuat segar setiap hari. Tidak ada menu à la carte, namun kebutuhan diet dicatat sebelumnya, sehingga tamu vegetarian atau yang punya perut sensitif tetap terakomodasi. Shower air tawar, area dek yang teduh, dan jaket pelampung untuk semua usia membuat pengalaman tetap praktis. Meskipun area umum tidak ber-AC, gantinya ada angin sepoi-sepoi alami dan nuansa layar sungguhan—terutama saat layar dinaikkan antar pulau, meskipun kadang hanya untuk tampilan.










