About Elbark Cruises
Bagi Anda yang mencari keseimbangan antara ruang pribadi, privasi, dan nilai dalam petualangan liveaboard di Komodo, Elbark Cruises cocok untuk jenis pelancong tertentu — mereka yang menginginkan ritme lebih tenang dibanding tur kelompok besar, tanpa harus menyewa seluruh kapal. Dengan panjang 37 meter dan hanya lima kabin, kapal ini dirancang untuk kelompok kecil atau keluarga yang tidak ingin berbagi dek dengan puluhan orang asing. Anda bisa leluasa meregangkan tubuh di dek depan saat fajar, merebut kursi berpayung setelah makan siang, atau berbincang dengan awak kapal di dekat kemudi tanpa perlu berteriak. Ini bukan hotel terapung — ini pengalaman skala kecil di mana ritme perjalanan menyesuaikan kelompok Anda.
Hari-hari Anda dihabiskan di sekitar pulau-pulau utama melalui rute klasik 3D2N yang menyeimbangkan eksplorasi dan waktu istirahat. Hari Pertama, Anda tiba di Labuan Bajo dan diantar ke Elbark Cruises sekitar tengah hari. Setelah sesi pengarahan keselamatan dan penempatan kabin, jangkar ditarik dan kapal mulai berlayar menuju Pulau Kelor. Ada pendakian singkat ke puncak bukit — hanya 15 menit — tapi pemandangannya luas: pantai melengkung, teluk biru kehijauan, dan sensasi nyata bahwa Anda telah masuk ke dalam taman nasional. Menjelang sore, kapal berlabuh dekat Sebayur, pulau kecil berhutan bakau yang lebih sepi, tempat Anda bisa snorkeling di air tenang sebelum menikmati minuman sore sambil menonton matahari terbenam dari dek.
Hari Kedua dimulai lebih awal dengan perjalanan menjelang fajar ke Pulau Padar. Pendakian dimulai sekitar pukul 06.30, saat cahaya lembut dan jalur pendakian belum terpanggang panas. Dari puncak, pemandangan tiga teluk — lengkungan pasir putih bertemu laut biru tua — menjelaskan mengapa pulau ini menjadi ikon. Kembali ke kapal, sarapan disajikan dalam perjalanan menuju Pulau Komodo, di mana ranger taman memimpin trekking 1,5 jam melihat Komodo dragon di savana dan hutan kering. Setelah makan siang, Anda snorkeling di Manta Point dekat Batu Bolong, tempat stasiun pembersihan menarik ikan pari manta sepanjang tahun. Kapal kemudian berlayar ke Pulau Kalong saat senja, pulau sempit tempat ribuan kelelawar buah terbang keluar dari hutan bakau — momen alami yang tak terduga namun konsisten, dan selalu membekas di ingatan tamu.
Pagi hari terakhir, Anda mengunjungi Taka Makassar — gundukan pasir yang muncul saat air surut, sempurna untuk berenang atau berfoto. Kapal lalu berlayar ke Pulau Kanawa, tempat Anda bisa snorkeling di terumbu luar atau bersantai di pantai sebelum kembali ke Labuan Bajo sekitar pertengahan sore. Dengan hanya lima kabin — termasuk kabin kelas atas Misool yang memiliki area luar pribadi — kelompok Anda akan selalu memiliki akses konsisten ke area dalam dan luar kapal. Salon dilengkapi bangku empuk, meja makan untuk semua tamu, dan dapur yang menyajikan hidangan Indonesia dan Barat yang dimasak segar setiap hari. Tidak ada gym atau spa, tapi fokusnya adalah berada di dalam air, di pulau-pulau, atau sekadar menikmati pemandangan pesisir dari dek.
Harga bervariasi tergantung kabin, mulai dari IDR 6,0 juta di kabin Banda Neira dan Savu hingga IDR 11 juta untuk kabin Misool. Harga sudah termasuk semua makanan, minuman non-alkohol, peralatan snorkeling, biaya taman nasional, serta antar-jemput dari dan ke hotel di Labuan Bajo. Aktivitas menyelam (diving) tidak tersedia di kapal, jadi jika Anda bersertifikat dan ingin menyelam, Anda perlu mengatur sendiri dengan operator lokal sebelum atau setelah perjalanan. Kapal beroperasi sepanjang tahun, namun kondisi laut paling tenang dari April hingga November. Jika Anda sensitif terhadap guncangan, kabin di bagian tengah kapal menawarkan stabilitas lebih baik. Ini bukan kapal pesta — ini untuk mereka yang ingin menjelajahi Komodo dengan ritme yang stabil dan penuh perenungan.










