About Sanctuary
Jika Anda mencari keseimbangan antara ruang dan kenyamanan dengan sentuhan kemewahan pribadi di Komodo, phinisi sepanjang 48 meter Sanctuary menjadi pilihan yang menonjol—terutama jika Anda bepergian bersama kelompok kecil atau pasangan yang menginginkan ritme yang lebih tenang. Dengan hanya 18 tamu di 52 kabin, Anda tidak berada di kapal pesiar yang ramai, melainkan di atas kapal yang dirancang untuk kenyamanan dan keintiman. Artinya, lebih sedikit orang di dek menyelam saat matahari terbit, lebih banyak ruang untuk bersantai di dek saat berlabuh di Taka Makassar, serta waktu untuk benar-benar menikmati momen tenang—seperti dengungan mesin yang lembut saat meluncur melewati Padar saat fajar.
Hari-hari Anda mengikuti ritme 3 hari yang terstruktur, dimulai dari Labuan Bajo. Pada Hari 1, Anda naik kapal pada sore hari dan memulai pelayaran dengan pemberhentian singkat di Pulau Menjerite. Daratan pasir di sini muncul saat air surut—tempat sempurna untuk snorkeling pertama dengan arus yang lembut dan ikan-ikan karang berputar di sekitar sirip Anda. Saat matahari tenggelam di balik Pulau Komodo, Anda kembali ke kapal, di mana area makan luar ruangan hidup dengan hidangan seafood bakar dan rempah khas. Jacuzzi di dek atas sangat ideal untuk berendam sambil menyaksikan langit berubah menjadi nila.
Hari 2 dimulai lebih awal. Anda akan berlabuh di dekat Padar sebelum matahari terbit, mendaki jalur zigzag menuju puncak untuk menyaksikan cahaya pertama menyinari teluk-teluk berbentuk bulan sabit. Perjalanan turun membawa Anda ke pantai terpencil tempat kru telah menyiapkan sarapan di bawah payung pantai. Kemudian, Anda akan berjalan menyusuri habitat Komodo dragon di Loh Liang, lalu mengapung bersama pari manta di Manta Point—salah satu lokasi di kawasan ini yang secara konsisten menarik pari karena adanya stasiun pembersihan. Sore harinya, Anda akan menikmati Pink Beach, tempat Anda bisa berenang di perairan dangkal atau menjelajahi savana kering di balik pantai.
Pada Hari 3, Anda akan mengunjungi Taka Makassar, daratan pasir yang muncul saat air surut, bagai sepotong surga di tengah laut. Tempat seperti inilah yang ingin Anda abadikan dari dek atas—lalu langsung terjun ke perairan biru toska. Snorkeling terakhir di Kanawa Reef, dengan karang lunak dan kemungkinan melihat penyu, menjadi penutup perjalanan sebelum kembali ke Labuan Bajo pada akhir sore. Dengan dek menyelam khusus, colokan pengisian daya di setiap kabin, dan kamar mandi dalam, Sanctuary mendukung hari-hari aktif sekaligus waktu istirahat yang berkualitas.
Ini bukan kapal pesta atau charter murah—melainkan kapal untuk tamu yang menginginkan ruang untuk bernapas dan kenyamanan andal di antara petualangan. Desain dek terbuka memungkinkan angin laut menyapu area lounge, tetapi Anda juga memiliki kabin ber-AC untuk beristirahat. Itinerari open-share 3D2N cocok bagi Anda yang fleksibel terhadap tanggal dan senang bertemu sesama pelancong, tetapi charter privat bisa diatur untuk keluarga atau kelompok yang ingin kendali penuh atas waktu dan rute.
Perlu dicatat, bulan-bulan transisi—Maret dan November—bisa membawa hujan ringan, tetapi juga lebih sedikit kapal di taman nasional. Jika Anda rentan mabuk laut, kabin bawah di dekat pusat kapal memberikan stabilitas paling baik. Meskipun Wi-Fi tersedia, koneksi sangat terbatas—lebih baik anggap ini sebagai kesempatan untuk lepas dari dunia digital, hanya dengan suara ombak dan sesekali suara elang bondol di atas kepala.










