About Lamima
Jika bayangan Anda tentang perjalanan ke Komodo mencakup ruang yang luas, waktu yang tenang, dan kebebasan bergerak sesuai irama sendiri, Lamima adalah jawabannya. Dengan panjang 65,2 meter, Lamima termasuk salah satu phinisi tradisional terbesar di kawasan ini, dan tata letaknya memungkinkan Anda menikmati dek pribadi tanpa harus berbagi dengan tamu lain—kecuali Anda menginginkannya. Dengan kapasitas 14 tamu, kapal ini sangat cocok untuk keluarga atau kelompok kecil yang menghargai privasi tanpa mengorbankan layanan atau jangkauan jelajah. Dibangun pada 2014, Lamima menggabungkan desain klasik dengan stabilitas modern—penting saat menyeberang dari Pulau Komodo ke Rinca atau berlayar ke barat menuju Sebayur saat angin mereda di sore hari.
Hari-hari Anda berjalan tanpa terburu-buru. Dimulai dari Pulau Kelor, di mana jalur pendakian singkat membawa Anda ke pemandangan panoramik garis pantai Banta—yang kerap sepi dari kapal lain di sore hari. Saat matahari terbenam, Anda mungkin sedang berlabuh di teluk-teluk utara Komodo National Park yang lebih tenang, dengan dek spa menghadap ke permukaan air sehingga Anda bisa mendengar perubahan arus. Pagi berikutnya, jalur berkelok-kelok di Padar Island menyambut Anda saat fajar, disusun agar terhindar dari terik siang dan keramaian turis harian. Setelahnya, snorkeling di Pink Beach, di mana pasirnya berwarna merah muda karena terumbu karang yang hancur—dan di sini, kru Lamima biasanya sudah menyiapkan makan siang di pantai sekitar pukul 11:30.
Menyelam dan snorkeling menjadi inti pengalaman, namun tidak terburu-buru. Manta Point bukan sekadar titik singgah—melainkan sesi hanyut perlahan mengikuti arus, sering kali dengan kapal yang mengikuti dari belakang untuk menjemput Anda setelahnya. Kru tahu kapan pasang surut terbaik di Batu Bolong dan kapan kemunculan manta paling mungkin terjadi. Dari sana, hanya butuh pelayaran singkat ke Kanawa atau Taka Makassar, keduanya menawarkan lereng terumbu panjang dan visibilitas yang konsisten. Jika Anda menyelam, Lamima menyediakan peralatan dan mendukung penyelaman terpandu maupun dari darat, namun tidak memaksakan jadwal padat—ritme Anda yang lebih diutamakan.
Di atas kapal, desainnya mendukung aktivitas sekaligus pemulihan. Dek yoga berada di haluan, sedikit lebih tinggi agar sesi Anda tidak terganggu aktivitas kru. Sundeck teduh di sore hari, dengan lounger empuk yang diposisikan menghadap angin sepoi-sepoi. Makanan disajikan sesuai pilihan Anda—di luar dek belakang, di salon, atau bahkan di atas gundukan pasir saat air surut. Sarapan mencakup pilihan lokal seperti nasi goreng atau bubur ayam, bukan hanya menu Barat. Karena dapur kapal lengkap, kebutuhan diet (vegetarian, bebas gluten, halal) dapat dipenuhi tanpa kesulitan.
Kapal ini tidak dirancang untuk perputaran cepat. Itinerari 3D2N-nya memberi ruang untuk ketinggalan arus pasang atau mengubah rencana jika angin kencang di Selat Sape. Anda tidak akan digiring ke tender tepat pukul 07:00—waktu bangun disesuaikan dengan rencana Anda, bukan skrip kaku. Bagi tamu dari Bali atau Jawa, tim kami mengatur penerbangan ke Labuan Bajo dan memberi pembaruan pra-kedatangan soal cuaca dan kondisi berlabuh. Jika Anda mempertimbangkan kapal cepat versus pengalaman yang lebih tenang, Lamima cocok bagi mereka yang lebih suka bergerak pelan, melihat lebih banyak, dan merasa tidak sedang mengejar daftar destinasi.










